Semua Berita
Apa Perbedaan TKA dengan UN dan AN?
Ujian Nasional (UN) UN dulunya merupakan ujian wajib yang harus diikuti oleh seluruh murid kelas 12 sebagai syarat kelulusan. Jika tidak mengikuti UN, murid tidak bisa dinyatakan lulus dari jenjang SMA/SMK sederajat. Artinya, hasil UN berfokus pada capaian individu murid sekaligus menentukan status kelulusan mereka. Soal-soal UN juga lebih berfokus pada penguasaan materi melalui hafalan teori. Asesmen Nasional (AN) Berbeda dengan UN, AN bukan lagi ujian kelulusan. AN digunakan oleh pemerintah untuk mengevaluasi kualitas sekolah secara keseluruhan. Instrumennya terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Hasil AN tidak berupa laporan per individu, melainkan gambaran umum tentang mutu pendidikan di suatu sekolah. Tes Kemampuan Akademik (TKA) Sementara itu, TKA adalah tes standar nasional yang bertujuan mengukur capaian akademik individu murid. Bedanya dengan UN, TKA tidak bersifat wajib. Hasil TKA dapat digunakan sebagai nilai tambahan atau pertimbangan saat mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, misalnya perguruan tinggi atau beasiswa.
Apakah TKA Wajib Diikuti oleh Siswa?
Partisipasi dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak diwajibkan untuk seluruh siswa. Namun, bagi siswa kelas 12 SMA/SMK, hasil TKA dapat digunakan sebagai indikator seleksi perguruan tinggi jalur prestasi (SNBP). Selain itu, nilai TKA bagi siswa SD dan SMP dapat berperan dalam proses seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, seperti SMP dan SMA, SMK
Apa Tujuan atau Peran dari TKA
Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang untuk memberikan data objektif mengenai kemampuan akademik siswa. Hasil TKA akan digunakan sebagai acuan dalam: 1. Validator rapor dalam seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi. 2. Menjadi indikator penerimaan siswa di jenjang pendidikan selanjutnya. 3. Memetakan kualitas pendidikan di berbagai daerah. Dengan demikian, TKA tidak hanya membantu siswa dalam proses transisi ke jenjang lebih tinggi, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kompetensi akademik siswa secara nasional.
Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah asesmen terstandar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengukur capaian akademik dan kemampuan berpikir kritis peserta didik secara objektif
Siswa yang menginspirasi
200m gaya dada perak 🥈 100m gaya dada perak🥈 50m gaya dada 4️⃣ ini adalah luar biasa. semoga akan selalu menginspirasi siswa lain
Awali dengan baik
awali dengan niat dan kesemangatan belajar yang baik. doa dan harapan jadi landasannya. mohon siswa untuk mempersiapkan kelasnya dengan baik. tidak diharapkan utk menggeser Pelajaran dan belajar sesuai dengan jadwal yang sudah disusun dan disepakati
Rapat Awal Tahun Ajaran
Rapat Awal Tahun Ajaran 2026/2027 SMKN 1 Cikampek Dalam rangka menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, SMKN 1 Cikampek menyelenggarakan Rapat Awal Tahun Ajaran yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, serta menyusun langkah strategis dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di sekolah. Rapat diawali dengan sambutan Kepala SMKN 1 Cikampek yang menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh warga sekolah selama tahun pelajaran sebelumnya. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk menjadikan tahun ajaran baru sebagai awal yang penuh semangat dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta selaras dengan kebijakan pendidikan yang berlaku. Selanjutnya, rapat membahas berbagai agenda strategis, di antaranya evaluasi pelaksanaan program kerja tahun sebelumnya, penyampaian kebijakan pendidikan untuk Tahun Ajaran 2026/2027, pembagian tugas mengajar, penyusunan jadwal pelajaran, kesiapan administrasi pembelajaran, serta penguatan budaya kerja yang profesional, disiplin, dan kolaboratif. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan pentingnya penyusunan dan penyempurnaan perangkat ajar yang meliputi Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, serta perangkat asesmen sebagai landasan pelaksanaan pembelajaran yang efektif dan berpusat pada peserta didik. Seluruh guru diharapkan mampu menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas sesuai karakteristik program keahlian masing-masing. Sebagai bagian dari transformasi digital di lingkungan sekolah, rapat turut memperkenalkan implementasi aplikasi **ePoin**, yaitu sistem digital yang digunakan untuk mendukung pengelolaan disiplin, absensi, dan pembinaan peserta didik secara lebih efektif, transparan, dan terdokumentasi. Penerapan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan siswa sekaligus mempermudah proses monitoring oleh guru, wali kelas, guru BK, dan manajemen sekolah. Selain itu, dibahas pula penguatan kerja sama antarbidang, peningkatan budaya pelayanan kepada peserta didik, pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL), Bursa Kerja Khusus (BKK), Teaching Factory (TEFA), serta kemitraan dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan. Melalui rapat awal tahun ajaran ini, seluruh peserta berkomitmen untuk membangun sinergi, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan pendidikan terbaik demi terwujudnya visi SMKN 1 Cikampek sebagai sekolah kejuruan yang menghasilkan lulusan berkarakter, kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan lanjutan. Dengan semangat kebersamaan, rapat ditutup dengan harapan agar seluruh program kerja Tahun Ajaran 2026/2027 dapat terlaksana secara optimal melalui kerja sama yang solid dari seluruh warga SMKN 1 Cikampek, sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, produktif, dan berprestasi.
Batas Akhir Hari ini, Pelaksanaan PCMB Dibuka Hingga Pukul 23.59 WIB
BANDUNG, DISDIK JABAR – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat masih membuka pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) hingga Kamis (11/6/2026) ini pukul 23.59 WIB. Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya memberikan kesempatan yang lebih luas bagi calon murid yang hingga saat ini belum sempat melakukan pengisian data. Berdasarkan data terkini per tanggal 11 Juni 2026 pukul 08.15 WIB, jumlah calon murid yang telah melengkapi data PCMB tercatat mencapai 519.443 orang atau 61,9 persen dari total 838.422 keseluruhan lulusan SMP/MTs/PKBM di Jawa Barat. Jumlah tersebut terdiri dari 419.994 lulusan SMP (69,4 persen), 98.119 lulusan MTs (52,2 persen), dan 1.320 lulusan PKBM (2,9 persen). Melalui perpanjangan pelaksanaan PCMB ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat berkomitmen memastikan semakin banyak calon peserta didik yang dapat terakomodasi dalam proses pemetaan. Sehingga, memperoleh kesempatan yang setara untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan SMK. Sebagai tindak lanjut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I hingga XIII segera menyampaikan penyesuaian jadwal pelaksanaan ini kepada seluruh SMA dan SMK di wilayah kerja masing-masing melalui surat resmi. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pun mengimbau seluruh calon murid dan orang tua atau wali untuk memanfaatkan waktu ini sebaik-baiknya dan segera melengkapi seluruh proses pengisian data PCMB sesuai dengan jadwal penyesuaian yang ditetapkan. Melalui kebijakan ini, diharapkan pemenuhan hak akses layanan pendidikan menengah di Jawa Barat dapat berjalan lebih optimal, membantu siswa melanjutkan pendidikan di SMA maupun SMK sesuai minat, potensi, serta cita-cita mereka.
504 Siswa SMK se-Jawa Barat Bersaing di LKS Dikmen 2026, Siap Rebut Tiket ke Nasional
PURWAKARTA, DISDIK JABAR — Sebanyak 504 siswa SMK dari seluruh Jawa Barat mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Jawa Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto di SMKN 1 Purwakarta, Rabu (10/6/2026). Kadisdik menyampaikan bahwa LKS menjadi ajang pembuktian kompetensi yang selama ini diasah peserta didik di sekolah masing-masing. Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan pembangunan. "Optimalkan kompetensi yang dimiliki siswa untuk pembangunan di sekolah," ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Disdik Jabar, Edy Purwanto menegaskan bahwa LKS merupakan wujud komitmen dalam mengembangkan kompetensi, kreativitas, dan karakter peserta didik SMK. "Lebih dari itu, LKS menjadi arena seleksi untuk menemukan putra-putri terbaik Jawa Barat yang akan membawa nama besar provinsi kita di tingkat nasional," ungkapnya. LKS Dikmen Tingkat Jawa Barat 2026 berlangsung selama dua hari, 10–11 Juni 2026 secara luring (tatap muka). Kegiatan ini tersebar di enam sekolah pengampu dengan total 25 bidang lomba yang dipertandingkan. Adapun bidang lomba yang dilaksanakan di masing-masing sekolah pengampu meliputi: SMKN 1 Purwakarta (6 Bidang): Mekatronika, Sistem Kendali Industri, Teknik Pengkabelan Jaringan Informasi, Teknologi Desain Grafis, Teknologi Keamanan Siber, dan Teknologi Konstruksi Digital. SMKN 2 Purwakarta (6 Bidang): Komputasi Awan, Teknik Desain Laman, Teknik Perancangan Permesinan CAD, Teknologi Busana, Teknologi Informasi Piranti Lunak untuk Bisnis, dan Administrasi Sistem Jaringan. SMKN 1 Karawang (7 Bidang): Elektronika, Robot Bergerak Otonom, Seni Gim Tiga Dimensi, Teknik Instalasi Kelistrikan, Teknik Pengelasan, Teknik Perawatan dan Perbaikan Sepeda Motor, serta Teknologi Otomotif Mobil. SMKN 2 Karawang (4 Bidang): Hotel Resepsionis, Pelayanan Restoran, Pemasaran Digital, dan Tata Boga. Sementara itu, SMK Wirasaba Karawang menjadi lokasi lomba bidang farmasi dan SMK Sehati Karawang menjadi tuan rumah bidang Keperawatan Kesehatan dan Sosial. Libatkan Lebih dari 1.100 Peserta dan Pendamping LKS Dikmen Jabar 2026 melibatkan total 1.135 peserta dan unsur pendukung. Jumlah tersebut terdiri atas 504 peserta didik terbaik SMK se-Jawa Barat, 445 guru pembimbing, 75 dewan juri dari unsur dunia usaha dan dunia industri, akademisi, serta praktisi, dan 111 panitia dari tingkat sekolah pengampu maupun provinsi. Dari sisi lokasi pelaksanaan, Kabupaten Purwakarta menampung 592 orang, sedangkan Kabupaten Karawang menjadi lokasi bagi 540 orang. LKS Mandiri Tambah Ruang Kompetisi Selain lomba utama, Disdik Jabar juga menyelenggarakan LKS Mandiri pada 2–9 Juni 2026 secara luring dan daring dengan 13 bidang lomba tambahan. Bidang tersebut meliputi Bricklaying, Wall and Floor Tiling, Autobody Repair, Metrology, Heavy Vehicle Technology, Refrigeration and Air Conditioning, Landscape and Gardening, Fishery, Nautics, Hair Dressing, Beauty Therapy, Cabinet Making, serta Kecerdasan Artifisial (KA/AI) sebagai kategori ekshibisi. "Pada kegiatan pembukaan hari ini, penghargaan dan apresiasi juga diberikan secara simbolis kepada para pemenang LKS Mandiri sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka," katanya. Siapkan Wakil Jawa Barat ke Tingkat Nasional LKS tingkat provinsi ini menjadi ajang seleksi menuju LKS Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Agustus 2026. Jawa Barat akan mengirimkan wakil pada 38 bidang lomba, terdiri dari 19 bidang lomba luring dan 19 bidang lomba daring. Edy berharap, kegiatan ini semakin memperkuat budaya berprestasi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Jawa Barat. "Kami berharap para siswa yang terpilih tidak hanya menjadi juara di atas panggung, tetapi juga menjadi lulusan SMK yang kompeten, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," pungkasnya.***